Uji Reliabilitas


Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui adanya konsistensi alat ukur dalam penggunaannya, atau dengan kata lain alat ukur tersebut mempunyai hasil yang konsisten apabila digunakan berkali-kali pada waktu yang berbeda.

Logikanya jika kita lakukan penelitian yang sama, dengan tujuan yang sama dan karakteristik responden yang sama, maka hasil pengambilan data berikutnya akan kita dapatkan respon yang kurang lebih sama. Kecuali pada kasus-kasus tertentu, misalnya pada kasus penelitian tentang preferensi terhadap susu formula merk X, jika suatu saat terdapat isu bahwa susu formula merk tertentu tercemar oleh bakteri, maka kemungkinan respon terhadap penelitian sejenis terhadap semua merk susu akan berpengaruh, sehingga respon yang didapat kemungkinan tidak akan sama dengan respon penelitian terdahulu sebelum isu cemaran tersebut beredar.

Ilustrasi:

Berikut ini adalah data yang diambil dari responden yang pernah menginap di penginapan bungalow “X”. Skor menggunakan skala likert untuk beberapa atribut yang diukur pada bungalow “X” antara lain pelayanan, kenyamanan, kelengkapan, akses, dan tarif. Berikut adalah skor yang diberikan oleh 30 pengunjung. Dengan skala yang menyatakan 1=sangat buruk, 2=buruk, 3=baik, 4=sangat baik. Analisis dijalankan dengan perangkat lunak SPSS 17.00 for windows.

Tahapan Pengujian:

 A. Metode Gutman Split-Half

Metode pengukuran reliabilitas Gutman Split-Half memisahkan item atau atribut menjadi dua bagian dan membagi nilai alpha menjadi dua kelompok alpha yang terpisah sebagai indikator reliabilitas.

1. Tahap pertama setelah data masuk di jendelas SPSS adalah dengan pilih di menubar Analyze-scale-reliability analysis, lalu klik seperti berikut:

2. Setelah itu pada kotak dialog pindahkan semua atribut ke kolom items yang ditunjuk tanda panah dengan mengklik tanda panah dalam lingkaran seperti berikut:

Jangan lupa model yang dipilih adalah split half, – klik statistic:

3. Setelah kolom statistics muncul, checklist scale dan correlation, setelah itu klik continue-OK, kemudian akan ditampilkan outputnya:

Seperti yang dapat kita lihat pada tabel di atas, korelasi antar item ditunjukkan oleh Koefisien korelasi Spearman-Brown terdiri atas dua bagian yaitu equal dan unequal length dengan masing-masing bernilai 0,83, bisa saja kita menggunakan keduanya. Cara lain melihat reliabilititas adalah melihat koefisien yang pada pengujian ini diindikasikan dengan nilai Guttman Split-Half sebesar 0,82.

Nilai koefisien korelasi yang tinggi antar item pada cronbach-alpha, Spearman-Brown, dan Guttman Split-Half masing-masing sebesar 0,72, 0,83, dan 0,82 mengindikasikan data memiliki reliabilitas (kehandalan) yang tinggi.

B. Metode Alpha

Menurut Arikunto (1998), penggunaan Teknik Alpha-Cronbach akan menunjukkan bahwa suatu instrumen dapat dikatakan handal (reliabel) bila memiliki koefisien reliabilitas atau alpha sebesar 0,6 atau lebih.

Penggunaan teknik alpha ini tidak membagi item/atribut menjadi dua bagian seperti layaknya metode Gutman Split-Half, tetapi ia mengkorelasikan semua item secara langsung.

Ulangi langkah 1 sampai 2 pada metode Gutman Split-Half di atas, tetapi pada langkah 2 model yang dipilih adalah alpha, seperti berikut:

lalu klik statistic, jalankan seperti pada metode pertama tadi, kemudian hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut:

Nilai Cronbach-Alpha adalah 0,766 yang mengindikasikan tingkat kehandalan/reliabilitas tinggi.

About these ads
  1. Wah Article yang menarik, sangat cerdas dan begitu cuwanggih, lanjutkan dan tingkatkan prestasimu teman, dan tetap selalu berbagi…?

    Thanks bgets

      • ariyoso
      • November 2nd, 2009

      thx dah mampir & the coment mas saputramz,
      cuma pengen berbagi dengan semua keterbatasan saya..goodluckk bro

    • Fakhita Az Zahra
    • Juni 27th, 2011

    Judul saya hubungan pengetahuan ibu yang memiliki bayi tentang imunisasi BCG dengan penerapannya di Posyandu Kelurahan Tg. Piayu wilayah kerja Puskesmas Sei Beduk Batam

    sample saya 81

    apakah saya harus uji realibilitas dan validittas sebelum penelitian pada 81 sampel?

    Lalu, jika saya harus melakukan uji tersebut, apakah sampelnya harus di Posyandu tsb? bolehkan di Posyandu lain untuk menjadi perbandingan? terimakasih atas jawabannya :)

      • S4L
      • Juni 27th, 2011

      hmmm…
      klo melibatkan sampel dengan kuesioner penelitian sosial, akan lebih baik jika menggunakan kedua uji tersebut..
      klo menggunakan posyandu laen sbg perbandingan, harus ditilik dari rumusan masalahnya dunk,,jika Posyandu di kelurahan Tg.Piayu tersebut ada 3, maka sampelnya boleh dari ketiga posyandu itu, asalkan masih wilayah kerja Puskesmas tadi,,klo dah wilayah lain maka ga bisa sesuai dengan tujuan penelitiannya..

    • Hamid
    • Oktober 30th, 2012

    terima kasih sangat membantu saya,,,,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 68 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: