Uji Kolmogorov-Smirnov


Uji Kolmogorov-Smirnov (Chakravart, Laha, dan Roy, 1967) biasa digunakan untuk memutuskan jika sampel berasal dari populasi dengan distribusi spesifik/tertentu.

Uji Kolmogorov-Smirnov digunakan untuk menguji ‘goodness of fit‘ antar distribusi sampel dan distribusi lainnya, Uji ini membandingkan serangkaian data pada sampel terhadap distribusi normal serangkaian nilai dengan mean dan standar deviasi yang sama. Singkatnya uji ini dilakukan untuk mengetahui kenormalan distribusi beberapa data. Uji Kolmogorov-Smirnov merupakan uji yang lebih kuat daripada uji chi-square ketika asumsi-asumsinya terpenuhi. Uji Kolmogorov-Smirnov juga tidak memerlukan asumsi bahwa populasi terdistribusi secara normal.

Hipotesis pada uji Kolmogorov-Smirnov adalah sebagai berikut:

H0 : data mengikuti distribusi yang ditetapkan

Ha : data tidak mengikuti distribusi yang ditetapkan

Keunggulan Uji Kolmogorov-Smirnov dibanding Uji Chi Square:

1. CS memerlukan data yang terkelompokkan, KS tidak                                        memerlukannya.

2. CS tidak bisa untuk sampel kecil, sementara KS bisa.

3. Oleh karena data Chi Square adalah bersifat kategorik. Maka ada data      yang terbuang maknanya.

4. KS lebih fleksibel dibanding CS.

Ilustrasi:

Jika kita ingin melihat apakah distribusi data harga kakao pasar spot Makassar dengan bursa berjangka NYBOT menyebar normal. Data yang diberikan adalah dalam US$/ton sebagai berikut:

MAKASSAR

NYBOT

1676

1255

1610

1197

1567

2317

1529

1995

1581

1641

1703

1670

1702

1254

1814

1384

1924

1429

1977

1541

2004

1517

2016

1550

2152

1693

1901

1616

1938

1477

1915

1445

1967

1641

2113

1670

2216

1683

Sumber: FAO (2007)

Uji Kolmogorov-Smirnov terhadap kenormalan data dengan SPSS adalah sebagai berikut:

1. Setelah data dimasukkan ke dalam worksheet SPSS, Pilih Analyze – Non Parametric test – 1 sample K-S, seperti berikut:

2. Masukkan sampel yang akan diuji ke dalam box text variable list (satu sampel atau semua sampel), kemudian pada Test Distribution pilih Normal. Kemudian klik OK:

3. Output:

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

MAKASSAR

NYBOT

N

19

19

Normal Parametersa,,b

Mean

1858.1579

1577.6316

Std. Deviation

208.48348

260.19591

Most Extreme Differences

Absolute

.160

.223

Positive

.140

.223

Negative

-.160

-.073

Kolmogorov-Smirnov Z

.699

.974

Asymp. Sig. (2-tailed)

.713

.299

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

4. Interpretasi:

Nilai Most Extreme Differences Absolute diatas merupakan nilai statistik D pada uji K-S, nilai D pada uji terhadap masing-masing variabel diatas adalah 0,160 dan 0,223, artinya (p>0,05), maka cukup bukti untuk menerima H0, dimana data terdistribusi secara normal.

Nilai Z pada uji ini juga dapat dilihat dan paling sering digunakan sebagai indikator, dimana nilainya berturut-turut untuk Makassar dan NYBOT adalah 0,699 dan 0,974, berarti p>0,05, maka H0 dapat diterima bahwa data terdistribusi secara normal.(yoz)

About these ads
    • adil
    • November 21st, 2009

    kalo nilai signifikansinya =5 , Ho diterima atau ditolak?

      • ariyoso
      • November 21st, 2009

      klo 5 bisa diterima, notasinya bisa lebih dari atau lebih dari sama dengan..

    • ika
    • Desember 4th, 2009

    data diatas bisa dicontohin perhitungan manualnya ngga??

      • ariyoso
      • Desember 5th, 2009

      aduh sayangnya kita ga punya :)

    • rizz
    • Juni 19th, 2010

    mas, mas…… kalo mau nguji kemampuan masing2 var independen dalam membedakan 2 jenis grup sampel tu pake uji apa sih mas? Sampelnya tdk berdistribusi mormal, tdk memenuhi kriteria OLS, dan var dependennya berupa dummy (Ya atau Tdk)

    Makasih mas^^

  1. aku sepakat tu,cz dataku ga bisa diuji normalitas dengan mgunakan uji chi squer…..

    • Titah
    • November 27th, 2010

    Wah, skripsi saya pakai rumus manual semua gak pake SPSS…
    Kalo bisa SPSS, tpi gak tau perhitungannya detail (dengan langkah rumus manual), yaa buat apa…
    kalo biar praktis sih iyaa…
    makanya, harus nyantumin rumus2nya…
    gak cuma masukin data di SPSS, klik-klik udah jadi hasilnya…
    kayak orang makan tempe tapi gak tau cara buat tempe sperti apa…
    baiknya, pengolahan data manual juga dilakukan dan bisa dibandingkan dengan data yg diolah dengan software..

      • Jemong
      • Desember 9th, 2010

      Wah ngebantu bgt nih blog buat bikin skripsi yg lg bab 3 atau 4..
      Mas Titah kalo merasa ga perlu ama konten blog ini jangan protes..
      kan skripsi tujuannya u/. mengetahui hasil uji statistiknya, bukan detail perhitungan statistiknya..
      sama-sama belajar ajah yuk

        • putri
        • Februari 13th, 2013

        stujuu bgt,,
        blog ini bermanfaat bgt..
        ngebantu bgt..software tu di buat untuk membantu dan mempermudah penganalisisan data..
        malahan kebnykn saat ini ga make lagi yang manual2 an..
        teknologi kan membantu dalam proses pembelajaran..
        mungkin mbak/mas titah nya aja yang ga pake software dalam analisis datanya.. yah g blh protes juga..:)

    • dwi andik
    • Januari 25th, 2013

    thanx infonya

    • Myrna
    • Mei 7th, 2013

    apabila nilai asymp. sig 2-tailed nya 0,05 maka data tetap terdistribusi normal atau tidak ?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 72 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: