Cross Tabulation (Crosstab)
Dalam penelitian sosial ekonomi, kita akan seringkali menemukan data kategorik daripada data interval. Data ini biasanya dapat disajikan dalam 2 bentuk, dalam bentuk list atau table. Jika kita ingin melihat hubungan antara pekerjaan yang terdiri dari karyawan swasta (0), pegawai negeri (1), usaha sendiri (2) terhadap jenis kelamin (0=pria; 1=wanita) di sebuah kota “Y”, maka data yang disajikan dapat berbentuk sebagai berikut:
Atau dalam bentuk tabel sebagai berikut:
Ketika data telah dikonversi dalam bentuk table 2×3 seperti di atas, kita akan lebih mudah menginterpretasikannya, karena dapat langsung kita tarik kesimpulan jumlah pria atau wanita yang berprofesi sebagai karyawan swasta, pegawai negeri ataupun usaha sendiri. Misalnya di kota “Y” kita ketahui bahwa pria yang bekerja sebagai karyawan swasta berjumlah 6 orang, begitu pula wanita yang berprofesi sebagai pegawai negeri berjumlah 4 orang. Tabel yang sama juga dapat kita buat untuk 2×2, 2×4, 3×4 dan seterusnya.
Masalahnya adalah ketika data yang kita miliki berjumlah banyak, tentunya akan sulit untuk berhitung manual karena dengan jumlah data yang banyak maka tingkat kesalahan akan tinggi. SPSS juga menyediakan fasilitas konversi data dalam bentuk list ke bentuk table melalui menu descriptive – crosstab (tabulasi silang). Menu crosstab pada SPSS dapat digunakan untuk menghitung kasus-kasus yang melibatkan banyak variabel dan kombinasi nilai antar variabel yang berbeda.
Tahapan menjalankan crosstab dengan SPSS adalah dengan memilih analyze-descriptive-crosstab seperti berikut ini:
Kemudian pada kotak dialog crosstab, pindahkan masing-masing variabel ke kolom factor list atau dependent list;
Dengan sajian output tersebut data yang terdiri atas banyak kasus dan variabel akan lebih mudah diterjemahkan serta dilihat hubungannya dalam satu kesatuan (yoz).


Belum ada trackback.