Korelasi Biserial
Sehubungan dengan banyaknya permintaan bahasan mengenai korelasi biserial, maka akan diulas sedikit di Statistik 4 Life berikut ini.
Korelasi biserial merupakan alat yang paling sering digunakan dalam dunia pendidikan, dimana korelasi ini melihat hubungan antara skor atau hasil jawaban pada masing-masing item pertanyaan yang diberikan dalam tes. Korelasi biserial efektif diberikan pada tipe tes multiple choice atau pilihan berganda tetapi bisa juga untuk tipe tes lainnya. Hasilnya para pendidik dapat mengetahui karaktristik siswa dalam memberikan jawaban terhadap soal tes yang kita berikan.
Korelasi biserial dapat digunakan untuk melihat fenomena dalam pola jawaban siswa, seringkali pengajar dihadapkan pada kenyataan bahwa siswa tertentu akan memberikan jawaban yang benar terhadap pertanyaan yang sulit dan sebaliknya pada pertanyaan mudah ia akan memberikan jawaban yang salah. Sah-sah aja seh, nebak kali ya jawabnya, penulis aja neh klo ujian suka nebak juga..heheheh.
Seperti halnya pada pengujian korelasi tentunya kita mengenal istilah koefisien korelasi dan nilai signifikansi atau p-value. Prinsipnya sama saja, pada korelasi biserial nilai koefisien yang besar dan positif akan mengindikasikan bahwa siswa dapat menjawab dengan baik item pertanyaan tersebut, sebaliknya poin biserial yang kecil mengindikasikan bahwa item pertanyaan tidak dapat dijawab dengan baik oleh siswa.
Untuk mempersingkat waktu (heheh..kaya hajatan aja, sambutannya dibawain pa lurah…) mari kita lihat ilustrasi berikut ini:
Berikut ini adalah hasil tes siswa di Sekolah Dasar “MARI BERDENDANG” yang akreditasinya ga keluar-keluar (hehe, ngapain aja ya tu sekolahan) yang diberikan dengan data matriks untuk 11 item pertanyaan dan 30 siswa yang mengikuti ulangan. Nilai “1” diberikan untuk siswa yang menjawab benar, dan nilai “0” diberikan untuk siswa yang menjawab salah.
Dari matriks di atas kita ketahui bahwa siswa B dan F menjawab dengan benar semua item pertanyaan kecuali untuk item nomor 8, sedangkan siswa J hanya menjawab 2 pertanyaan dengan benar yaitu item nomor 1 dan 4, dan seterusnya. Kemudian kita akan menghitung poin biserial untuk masing-masing item. Dalam bahasan ini kita akan menggunakan bantuan perangkat lunak excell.
Setelah data tersedia dalam jendela excell, kita akan totalkan menurut item (ke bawah) maupun menurut siswa (ke samping) dengan fungsi SUM,
Dari tabel dapat kita lihat bahwa total pada item pertanyaan 1 yang mengindikasikan jumlah jawaban benar adalah 9, sedangkan total jawaban benar yang dijawab oleh siswa A adalah 6, dan seterusnya.
Kemudian berikutnya total skor siswa dikurangi dengan skor masing-masing siswa pada setiap kolom item pertanyaan, maka didapat hasil sebagai berikut:
langkah kemudian adalah mengkorelasikan setiap skor tersebut per item pertanyaan terhadap data skor awal masing-masing jawaban tadi dengan fungsi correl pada excell, skor pada item pertanyaan 1 kita korelasikan untuk semua siswa seperti berikut:
untuk yang belum jelas menggunakan fungsi correl dalam excel, ketik sama dengan di salah satu sell kemudian pada sisi kiri atas jendela excel (pada kotak formula pilih correl function).

setelah kita korelasikan maka akan ditampilkan hasil koefisien korelasi berikut ini:
Sedangkan untuk menghitung p-value adalah dengan membagi total skor per item terhadap total skor per siswa, misalnya untuk p-value item A dapat dilakukan dengan membagi total skor item A terhadap jumlah anak yang mengikuti tes (9/10), seperti berikut ini:
dengan demikian nilai signifikansi yang kita peroleh adalah sebagai berikut:
maka kita dapatkan hasil selengkapnya seperti berikut:
Dari hasil korelasi di atas, nilai p-value biasanya mengindikasikan tingkat kesulitan item pertanyaan sedangkan nilai biserial mengindikasikan kualitan item/tes yang diberikan atau biasa diketahui sebagai indicator item pertanyaan yang bermasalah.
Nilai negatif pada item 4, 8, dan 10 menunjukkan bahwa item-item tersebut kemungkinan bermasalah atau kurang sesuai terhadap tujuan dari tes yang dilakukan. Selain itu item nomor 6 dan 8 juga menunjukkan nilai biserial rendah juga mengindikasikan terdapat permasalahan pada item pertanyaan tersebut, tentunya pendidik akan mengkaji kesesuaian item-item ini terhadap tujuan tes yang dilakukan.
Sedangkan pada item nomor 5 menunjukkan nilai biserial tertinggi dan nilai p-value yang relatif tinggi mengindikasikan bahwa item pertanyaan dapat dijawab secara baik dan cukup merata oleh siswa karena nilai keduanya tidak terpaut jauh, 0,72 dan 0,7. Ini ditunjukkan dengan jumlah siswa yang menjawab benar sama dengan jumlah siswa yang menjawab salah, ini menunjukkan item yang tidak mengandung masalah.
Item nomor 2 merupakan pertanyaan yang paling banyak dijawab salah oleh siswa, hanya dijawab benar oleh 5 siswa, sedangkan 6 siswa menjawab salah. Hal ini sesuai dengan kriteria statistik karena item nomor 2 memiliki nilai p-value terendah 0,5, jika item ini memiliki nilai p-value yang tinggi, maka kita dapat saja menyimpulkan bahwa siswa hanya menebak-nebak jawaban.
Nilai biserial dan signifikansi yang relatif tinggi secara berturut-turut adalah item nomor 5, 3, 2, 9, dan 2 menunjukkan kualitas item pertanyaan yang baik dan tingkat kesulitan yang baik.(yoz)


tanks ilmunya