Uji Validitas


Uji validitas dilakukan untuk mengetahui tingkat kevalidan dari instrumen (kuesioner) yang digunakan dalam pengumpulan data yang diperoleh dengan cara mengkorelasi setiap skor variable jawaban responden dengan total skor masing-masing variabel, kemudian hasil korelasi dibandingkan dengan nilai kritis pada taraf siginifikan 0,05 dan 0,01. Tinggi rendahnya validitas instrumen akan menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud.

Adapun perhitungan korelasi product moment, dengan rumus seperti yang dikemukakan oleh Arikunto (1998):

Dimana:

r           = Koefisien korelasi

n          = Banyaknya sampel

x          = Skor masing-masing item

y          = Skor total variabel

Ilustrasi:

Kita kembali ke data yang diambil dari responden yang pernah menginap di penginapan bungalow “X”. Skor menggunakan skala likert untuk beberapa atribut yang diukur pada bungalow “X” antara lain pelayanan, kenyamanan, kelengkapan, akses, dan tarif. Berikut adalah skor yang diberikan oleh 30 pengunjung. Dengan skala yang menyatakan 1=sangat buruk, 2=buruk, 3=baik, 4=sangat baik. Analisis dijalankan dengan perangkat lunak SPSS 17.00 for windows.

mohon maaf jika kebetulan ada nama yang sama, karena ilustrasi ini hanya untuk kepentingan belajar saja.

Tahapan pengujian:

1. Tahap pertama setelah data masuk di jendelas SPSS adalah dengan pilih di menubar Analyze-correlate-bivariate, lalu klik seperti berikut:

2. Setelah itu pada kotak dialog pindahkan semua atribut ke kolom variables yang ditunjuk tanda panah dengan mengklik tanda panah dalam lingkaran seperti berikut, lalu klik OK:

Jangan lupa untuk men-checklist pearson, two-tailed, dan flag significant correlation:

Output:

Dari output yang dihasilkan korelasi antar variabel dengan nilai total masing-masing signifikan pada nilai kritik 0,05.

Untuk kamu yang menggunakan kuesioner skala Guttman dengan jawaban dikotomi ya/tidak, atau setuju/tidak setuju, bisa dilihat prosedur pengujian validitasnya disini>>>

Beli Referensi Lengkap :
Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS 21 update PLS Regresi Imam Ghozali

150 thoughts on “Uji Validitas

    1. dear ys,
      pada akhirnya pada uji validitas kita akan melihat hubungan antar jawaban responden 1 dengan responden lain, jika data memang valid, tentunya jumlah totalnya tidak akan berbeda toh, artinya jawaban antar responden tidak akan terlalu berbeda signifikan..
      maka dari itu pendekatan korelasi pada nilai total juga bisa dilihat untuk memudahkan uji ini, tentunya kita ga mungkin membandingkan tiap2 jawaban responden satu persatu..
      oya, laen kali harap pake nama jelas/nama panggilan:)
      klo tiap materi disini saya beri judul dengan inisial,, pasti ga ada yang bisa belajar dari sini, misalnya uji validitas saya kasi judul UV, mungkin yang laen bakal ngira ini artikel tentang sinar UV (ultraviolet)..

    1. idealnya sih begitu, tapi teknis ebook or video ini saya blum terlalu menguasai, ditambah lagi waktu yang aga sulit buat nulis sehingga posting masih senen kamis..btw thanx 4 the comment:)

  1. pak, apa perbedaan antara uji validitas menggunakan korelasi bivariate pearson dengan corrected item-total correlation?
    trus bagaimana kita memilih antara 2 teknik itu?apa ada syarat2 tertentu?
    :-)

    1. dear ana,
      Dengan korelasi pearson, kita melihat hubungan antar atribut yang akan menentukan tingkat validitas skala dalam data.
      sedangkan komponen corrected item-total correlation itu terdapat dalam output uji reliabilitas,
      Dalam spss, corrected total item correlation itu dihitung dari korelasi antara item dengan total dari tes tanpa memasukkan item yang dihitung, misalnya item no1 dikorelasikan terhadap nilai total dari tes, tetapi tanpa memasukkan nilai item no1 tersebut.
      Kemudian nilai corrected item-total correlation itu kita pilih dengan nilai korelasi diatas 0,30 (Azwar, 1999), karena pada prinsipnya nilai korelasi yang mendekati 1 akan semakin memperkuat reliabilitas skala tersebut.

  2. mas, mau naya nich. saya lagi nyusun skripsi. Judulnya analisis rasio-keuangan dengan z-score (model altman 1993) dan opini audit tahun sebelumnya terhadap opini audit going concern. saya pakai regresi logistik karena variable dependentnya dummy, gimana untuk uji validitas dan reliabilitasnya, dan perlu gak uji asumsi klasik. makasih yah

      1. alhamdulillah akirnya ada pencerahan. seminggu ini saya pusing 7 keliling nyari2 info yyg logit sehub valid n relib, soalnya data saya ga valid2 apalagi relib, ternyata ini toh ketentuannya. senang banget dapet info dari sini, semoga Allah menambah ilmu bapak, amiiin. oya pak ada buku yg bisa dijadikan pegangan gak pak kalo ntar saya jawab utk logit gak pake uji valid2an, supaya lebih tegas aja sih pak.
        sekali lagi makasih banyak. makasih juga buat udin yg udah nanya.

      2. alhamdulillah,,
        emang dasar udin sedunia😉
        oya buat referensi bisa baca Menard, S. 2002. Applied Logistic Regression Analysis (2nd edn)

  3. mas, mau nanya nih..saya lagi bikin kuesioner 360 derajat, dimana satu orang dinilai oleh 7-12 penilai..kalo saya pake uji validitas apakah secara logis kuesioner 360 derajat ini sama dengan kuesioner2 yang lain dimana para penilai hanya menilai diri mereka sendiri?
    kalo logikanya sama atau memang tidak dipermasalahkan, berarti uji validitasnya saya bisa pake uji validitas yang biasa, atau ada pendapat lain?karena kebetulan saya tidak terlalu ahli dalam statistik. terima kasih ya..

    1. iya na,
      buat validitas sebenernya saya belum pernah baca pendapat laen, klopun ada yang berbeda mungkin dari rancangannya aja…tapi saya rasa klo buat kuesioner saling nilai/antar rekan 360 derajat sama saja teknik yang kita pake…karena pada akhirnya kita cuma ingin melihat hubungan korelasi antar jawaban responden setiap penilai…jika hubungannya signifikan, maka tetap saja data yang kita gunakan itu valid,
      saya rasa demikian lebih kurangnya,

  4. Pak , saya jg lagi nyusun skripsi, data saya itu komparasi ( membandingkan penggunaan suatu tools antara kelas experiment dan kelas kontrol, mana yg lebih baik). dan saya tidak pake soal untuk mendapatkan scorenya, saya pake rating scale 1- 5 untuk menilai hasil speaking respondentnya, untuk uji validitasnya saya pake pearson product moment dunk ya? soalnya kalo pake biserial kan untuk data yang pake soal. atau ada metode laiinya untuk uji validitasnya?
    kalo pake pearson product moment bukannya untuk data yg berkorelasi ya? sedangkan data saya kan tidak ada korelasinya kelas x1 dan kelas x2 nya tidak saling berhubungan karena kan saya membandingkan kdua kelas tersebut.

    terima kasih

    1. ary,
      maksud penggunaan pearson disitu sebenarnya bukan berarti datanya harus berkorelasi, tetapi untuk melihat kedekatan dari penilaian responden. Jawaban responden tidak akan berbeda nyata jika skala yang didapat tidak berbeda jauh.
      Tujuan penelitian kamu untuk membandingkan? Saya masih kurang jelas, membandingkan yang bagaimana, karena jika untuk membandingkan dua kelompok (salah satu adalah acuan), ary bisa menggunakan uji kruskal wallis, atau uji t-berpasangan, tergantung tujuan penelitian kamu apa. Untuk validitas, tetap bisa dilakukan dengan korelasi pearson. Nah, kira-kira begitu. oya jgn panggil bapak ya, saya belum bapak2😛

  5. sori saya panggil pak, dari poto sih emg ga keliatan bapak2…hehehe… maab ya ri…😀 ….

    ooo…jadi tidak perlu ada hub ya….jadi saya bisa pake pearson utk uji validitas yg data scorenya pake rating scale ya?
    trus nanya lagi dunk, kalo utk uji validitas data scorenya itu diambil dari pre test pa bukan ya? maksudnya score yg kita pake itu dari hasil test sebelum kita mlakukan eksperimen ya?. saya pernah baca kalo uji validitas itu data yg diambil diluar sample yg kita ambil, maksutnya mgkin dari hasil try out kali ya or dari test di tempat lain?

    saya membandingkan 2 kelas, antara penggunaan tools X di kelas eksperimenl dan tools Y dikelas kontrol, acuannya kelas eksperimen, kelas eksperimen yg diharapkan nilainya lebih baik

    saya cuma bingung dii uji validitasnya saja kok, soalnya ada yg menyarankan pake biserial, sedangkan biserial setau saya untuk menguji soal , bener kan ya biserial utk menguji validitas soal yg diberikan?

    saya sudah lupa pelajaran statistik, utk kuliah yg sekarang mata kul statistik udah dikonversi

    mentok di bab IV nih coz statisitk…

    thanks a lot ya…
    sori saya panggil pak, dari poto sih emg ga keliatan bapak2…hehehe… maab ya ri… nama kita sama hehehe….

    ooo…jadi tidak perlu ada hub ya….jadi saya bisa pake pearson utk uji validitas yg data score hasil tesny pake rating scale ya?
    utk uji validitas data scorenya itu diambil dari pre test pa bukan ya? maksudnya score yg kita pake itu dari hasil test sebelum kita mlakukan eksperimen ya?. saya pernah baca kalo uji validitas itu data yg diambil diluar sample yg kita ambil, maksutnya dari hasil try out kali ya or dari test di tempat lain?

    saya membandingkan 2 kelas, saya membandingkan penggunaan tools X di kelas eksperimenl dan tools Y dikelas kontrol, acuannya kelas eksperimen, kelas eksperimen yg diharapkan nilainya lebih baik

    saya cuma bingung dii uji validitasnya saja kok, soalnya ada yg menyarankan pake biserial, sedangkan biserial setau saya untuk menguji soal , bener kan ya biserial utk menguji validitas soal yg diberikan?

    saya sudah lupa pelajaran statistik, utk kuliah yg sekarang mata kul statistik udah dikonversi sih.

    mentok di bab IV nih coz statisitk…

    thanks a lot ya…

  6. maaf mas mau tanya, dalam uji validitas product moment, itu ada keterangan * dan **. maksudnya apa mas? terus beda sig.2 tailed dan sig.1 tailed apa mas?terimakasih

    1. * itu artinya uji signifikan pada taraf signifikansi 0,01 (1 persen) sedangkan tanda ** itu artinya uji yang dilakukan signifikan pada taraf 0,05 (5 persen), tentunya hasil korelasi dengan nilai kritik paling kecil yang bagus donk, sama artinya dengan sig.1 ataupun sig.2 tailed..

  7. Pak, mau tanya nih:misalnya kan sampel saya seharusnya 100 org tapi cuma diuji 30org dalam try out. setelah itu ketahuan kalo ada 3 pertanyaan kusioner yg nggak valid. Kata teman saya nggak apa-apa cuma dilakukan perbaikan kata2x didalam point yang nggak valid saja. setelah itu kuisioner langsung disebar ke responden yg berjumlah 100 org.

    yang mau saya tanyakan:
    1. apakah sudah benar langkah yang saya lakukan?
    2. pertanyaan kuisioner yang nggak valid harusnya dihilangkan atau bagaimana?mengingat jumlah pertanyaan kuisioner saya cuma sedikit.
    3. Apakah benar dalam uji validitas sebelumnya perlu dilakukan try out untuk menguji pertanyaan didalam kuisioner, apakah valid atau tidak.

    1. sebenarnya tidak perlu dilakukan try out untuk uji pendahuluan dari data kuesioner, tapi jika dilakukan juga akan lebih baik, yang perlu erwin ketahui bahwa kualitas pertanyaan dalam kuesioner harus benar2 mewakili penelitian yang akan dilakukan, perlu melalui beberapa koreksi dan konsultasi dengan pembimbing yang bersangkutan..jika hasil pengujian memang tidak valid, ada kemungkinan bahwa pertanyaan yang diberikan dalam kuesioner kurang relevan, maka perlu dikaji kembali.
      cara lainnya, erwin bs mengambil kembali data dari responden lain. Jika masih tidak valid, maka idealnya penelitian tidak dapat dilanjutkan.
      Oya,,Semakin banyak jumlah responden akan semakin memperkuat validitas data..jadi kemungkinan hasil pengujian dengan 30 responden akan berbeda dengan 100 responden.

  8. maaf mas, saya randy mw nanya ni…sya kan lgi nyusun skripsi ttg analisa perbandingan…nah distu ada penggunaan kuesioner dgn skla likert…dimna kuesioner itu sya sebarkan sebelum dan sesudah bekerja…sehingga setelah dta kuesioner didapat maka selanjutnya dilakukan uji beda berpasangan…masalahnya jika sya lakukan uji validitas pd kuesioner sebelum dan sesudah didpat data yg valid yg berbeda jumlahnya antara sesudah dn sebelum…misalanya kuesioner yg sebelum didpt butir valid 7 butir sedang sesudahnya 10 butir..sedangkan utk dilakukan uji beda berpasangan harus sama butir nya…jadi perlu ga si mas dilakukan uji validitas yg nantinya akan dilakukan uji beda..(mhon dikirm jwbnya di awanabe@ymail.com. makasih)

    1. untuk uji validitas memang perlu dilakukan dalam analisis multivariat,tetapi dalam kasus uji beda berpasangan saya rasa tidak perlu..jikalau mau menggunakan, idealnya pengambilan datanya harus diambil ulang..

  9. mau nanya ni bagaimana pembuatan dan cara pengujian untuk pengujian validitas
    misalnya saya ingin mneliti tentang pemakaian pulsa antara pria dan wanita

  10. Salam…
    Mau tanya, kalo yang contoh diatas itu jumlah N (responden) nya berapa ya…mohon disebutkan agar bisa lebih mudah membaca output dari SPSS. Terimakasih.

    1. kuesioner untuk penelitian biasanya menggunakan skala, cukup gunakan skala 1-4 atau 1-5, bisa sangat setuju – tidak setuju, atau sangat baik – tidak baik, nah angka jawabannya itu yang akan kita gunakan sebagai angka atribut penelitian..

  11. peneltian saya mengenai analisis kepuasan praktikan terhadap pengelolaan praktikum. untuk kepuasan ada 5 indikator
    tangible
    responsibility
    empathy
    confidence
    realibility
    untuk masing-masing indikator ada beberapa pernyataan. untuk uji valid dan reliabelnnya bagaimana?

  12. Uji validitas dengan pearson tidak dpt serta merta diaplikasikan jika data yang dimiliki adalah non parametrik. Pearson adalah untuk parametrik. Untuk menentukan parametrik atau bukan maka uji normalitas harus dilakukan.

    Uji validitas data non-parametrik adalah rank spearman. Bukankah seperti itu? Mohon verifikasinya.

    1. bener banget wan,,
      emang pearson masuk ke ranah statistik parametrik yang mempersyaratkan data harus menyebar normal,,
      however…..data kuesioner biasanya interval yang mempunyai skala pengukuran, artinya tingkat keragamannya rendah, apalagi yang kita gunakan dalam contoh berskala 1-4, artinya d kita bisa mengatakan kalau ia tidak melanggar prinsip-prinsip pelanggaran kenormalan data atau ia tidak memiliki tingkat variasi yang tinggi..
      beda kasusnya dengan jika kita menggunakan data nominal yang keragamannya bisa sangat besar.
      Jadi data interval bisa donk dikatakan memenuhi syarat untuk penggunaan korelasi pearson..

  13. agan agan..
    tanya donk.. kalo ternyata dari beberapa pertanyaan itu ada yang gak valid gmn?..
    bisa dihapus ga,,? trus diitung lagi..??
    trus kalo model penelitianee ada 3 variabel, X,mediasi,Y. uji yang dipake apa aja ya?..

    1. yah pertanyaannya bisa didrop atau diganti dengan yang laen,,,namun bisa juga dengan penambahan jumlah responden yang terlibat..

  14. hai mas ari, saya mau nanya, apakah benar jika saya menggunakan rumus korelasi produk moment untuk regresi berganda, dan klo bisa, apa alasan nya ? dan kalo ternyata tdk bs, apa yang harus kita pakai ? terima kasih

  15. mas, aku mau tanya,aku lagi ngerjain skripsi nih, tapi bgung soal uji valid dan reliabilitasnya.. kuesionerq kebanyakan menggunakan pertanyaan terbuka, aku pernah dengar (entah salah asumsi atau tidak) untuk pertanyaan terbuka tidak dibutuhkan uji valid dan reliabilitas..apakah benar begitu y mas? kalau bisa sertain buku acuannya y mas…terimakasihhh..

    1. dalam uji valid dan reliabel data yang diterima harus dijadikan skala terlebih dahulu,,tetapi untuk pertanyaan terbuka tidak diperlukan..coba cari buku manajemen pemasaran karangan philip kotler..

  16. mas, mau tanya dunk..
    saya lagi nyusu skripsi mengenai analisis faktor-faktor (budaya, sosial, dan pribadi) yang mempengaruhi mahasiswa dalam pembelian produk x..

    lebih baik pake CFA atau Pearson ya?

    untuk mengetahui valid dan tidaknya bisa dilihat dari mana yaa?
    makasih yaaa

    1. yah,,CFA juga bagus, karena faktor kamu generate sendiri,interpretasi sendiri,dan bandingkan sendiri dengan teori yang berkembang,apa yang sesuai dengan kondisi mahasiswa sekarang dalam melakukan pembelian..
      selain itu faktor-faktor yang kamu gunakan juga terpisah satu dengan yang lain,,analisis faktor akan lebih tepat:)

  17. saya masih bingung menentukan mana pertanyaan yang valid dan mana yang tidak valid di output spss pada uji validitas. mohon pencerahannya ya pak😦
    langkah-langkahnya sudah saya ikuti untuk uji validitas dengan spss, tapi untuk outputnya saya bingung sekali menginterpretasikannya :((
    bagaimana ciri-cirinya pertanyaan yang valid dan tidak valid melihat dari output tersebut…
    terima kasih..

    1. nilai total yang valid akan mempunyai nilai p-value 0,05 dapat dikatakan tidak valid,,dengan demikian kamu bisa drop pertanyaan kuesioner yang tidak valid,,atau dengan menambah jumlah kuesionernya

      1. mas, kalau misal di output nilai total p-valuenya lebih dr 0,05 (tidak valid), katanya solusinya bisa dengan menghapus bayangan kuesioner yg membuat tidak valid, itu gmn ya caranya? terus kalau misal dengan solusi menambah jumlah kuesionernya, itu akan mempengaruhi hasil/output untuk uji yg lain tidak? terima kasih.

      2. iya tentu aja,,adapun langkah menguji validitas jika data kamu sangat banyak,,kamu bisa mulai dari 30 item dulu yang diuji,,setelah itu baru sisanya..

  18. bapak..
    saya mau skripsi menggunakan kuesioner yg sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas oleh peneliti sebelumnya.

    tapi saya mau tanya, uji validitas itu menggunakan pearson product moment itu kan kalau sebaran datanya normal kan ya? benarkah?

    lalu, cronbach alpha itu utk menguji reliabilitas.. kenapa menggunakan itu? alasannya apa ya..?

    1. benar,,untuk pearson harus data dengan sebaran normal,tapi data2 sosial yang menggunakan kuesioner datanya tidak terlalu bervariasi sehingga keragamannya bisa dibilang kecil
      cronbach alpha adalah salah satu metode perhitungan kehandalan/reliabilitas,,satu lagi adalah gutman split half,,kedua2nya akan memberikan hasil yang sama..coba baca lagi materi tentang keduanya

  19. mas saya mau tanya. kuesioner saya terdiri dari beberapa bagian, ada bagian yang berisi pertanyaan “ya/tidak/ragu-ragu”, saya coding dengan 1/2/3/, sementar bagian lain berisi pertanyaan dalam skala likert 1-5, saya coding dengan 1-5. nah yang mau saya tanyakan,
    1. apakah coding saya sudah benar?
    2. apakah dalam memasukan hasil coding ke spss untuk menguji validitas dan reliabilitas, jawaban dari kedua bagian tersebut boleh digabung? mengingat karakteristik dan coding yang berbeda dari kedua bagian tsb. mohon bantuannya, terima kasih.

    1. untuk penggunaan bagian ya/tidak/ragu2 itu gunakan aja untuk deskriptif,,untuk skala likertnya bisa dipake untuk analisis,,kamu harus konsisten,,jika skala likert yang ingin kamu pake 1-5,ya itu aja,,untuk 1-3 jangan ada..pokonya harus konsisten ya,,klo pingin A ya A semua..

  20. pak,. sebetulnya untuk uji validitas itu memangnya harus mengambil 30 orang iaa untuk pengujiannya…. misalnya untuk yang jumlah sampel yang akan ditelitinya itu misalkan 100 atau lebih dari 100 responden itu memang adil…. tetapi bila jumlah sampel yang akan ditelitinya itu hanya 38 responden.. apakah uji validitasnya tetap mengambil 30 orang untuk mengetahui kevalidan dan reliabelnya suatu koesioner??.. mohon penjelasannya pak.. terimakasih

  21. selamat malam mas.. hasil kuesioner yg berupa skala likert 1-5 itu berupa ordinal kan mas? jika saya ingin uji validitas realibilitas, normalitas, frekuensi, kolerasi, dan regresi linear apakah data ordinal tersebut harus saya intervalkan terlebih dahulu?
    mohon pencerahannya mas..
    terimakasih

    1. oh,cukup kamu uji validitas sama reliabilitasnya aja,,untuk regresi dan korelasi dilakukan untuk pengujian data interval atau kontinyu

  22. mas saya mau tanya..
    ini berkenaan dengan skripsi saya..

    saya akan menguji validitas soal dan angket,, jika responden untuk uji validitas soal dan angket jumlahnya tidak sama apakah boleh??

    terimakasih..

  23. bang, mau tanya. kan katanya minimal sampel uji validitas 30 responden ya. tp kalo lebih dari sampelnya itu apakah memungkinkan item2 yang valid lebih banyak juga?

    1. tidak juga,,tergantung keragaman jawaban responden donk,,semakin beragam jika dengan jumlah sampel lebih banyak maka tingkat kevalidan dapat juga lebih kecil,,oleh karena itu perancangan kuesioner harus benar2 berkualitas,,

      1. mau tanya lagi, kalo mau uji validitas, bolehkah pake sampel yang tlh terpilih dalam penelitian sebenarnya? jadi ntar mereka selaen diuji validitas datanya juga dimasukin ke analisis lebih lanjut. bisa gak? makasih sebelumnya:)

  24. mas Ari…. ikutan tanya ya…
    Kalo uji Validitas, apakah semua nilai : KMO, MSA, Bartlett’s test, anti-image Matrices, total Variance Explained, Factor Loading, Correlation, Communalities harus dihitung?
    Jika tidak, apakah yang membedakannya?
    *butuh pencerahan bangett*
    thanks before

  25. mau nanya dong,,,
    1. kalo data nominal utk reliabilitas kan pake gutman,,untuk baca hasil ouputnya reliabel or gk bagaman carany???cos disitu kan ada lambda,,,,apa ada tabelnya jg kayk pake alpha???
    2. untuk validitasnya pke data nominal bisa tetep pke pearson?????
    mohon pencerahanya…..

  26. Hello are using WordPress for your site platform? I’m new to the blog world but I’m trying
    to get started and set up my own. Do you require any coding knowledge to make your own blog?
    Any help would be greatly appreciated!

  27. selamat malam,
    mas saya mau tanya.. saya sedang menyusun skripsi dengan judul “perbedaan pengetahuan penanggulangan kebakaran antara karyawan yang belum mengikuti latihan kebakaran dengan karyawan yang sudah mengikuti latihan kebakaran” tujuannya adalah mengetahui perbedaan pengetahuan. populasi yg belum ikut latihan ada 70 dan populasi yg sudah ikut latihan ada 50. jenis rumus apakah yang sebaiknya saya gunakan untuk menentukan jumah sampel dari kedua populasi tersebut. mengingat tidak efektif jika saya mengambil seluruh sampel.
    terima kasih.

    1. kamu bisa gunakan formula Slovin,,banyak koq referensinya
      misalkan jika kamu memiliki sampel 50, dan dengan marjin eror 0,05, maka data yang kamu perlukan adalah :
      n = N/(1+N*E^2) = 50/(1+50*0,05*0,05) = 44,,gitu aja

  28. mas mw menanyakan r tabel itu yang mana ya pak nilainya? trus kalau total item pertanyaan per responden itu pertanyaan per variabel apa langsung total semuanya ya mas ari?

  29. Please let me know if you’re looking for a article author for your blog. You have some really great posts and I believe I would be a good asset. If you ever want to take some of the load off, I’d love to write some
    articles for your blog in exchange for a link back to mine.

    Please blast me an email if interested. Many thanks!

  30. maaf mas sya mau tanya..
    saya juga lagi nyusun skripsi dengan menggunakan meto koresponden.
    saya mau nanya untuk menentukan jumlah responden yang diperlukan untuk penelitian saya.
    apakah ada referensi klu melakukan penelitian dengan koresponden menggunakan jumlah data harus sekian dan sekian..
    karena data yg saya butuhkan adalah dari para petinggi2 perusahan manufactur yg ada di indonesi (supervisor keatas), sedangkan mnemui para petinggi tersebut aja susah apalgi meminta dia untuk ngisi kuisoner,,
    hehehhe
    mohon bantuan dong mas refrensi atau solusi bagi saya yang menyatakan jumlah responden untuk penelitian itu harus brapa bnyak..
    atau apakah cukup dengan sedikit data tapi mencakupi perusahan menegah ke atas yang mencakupi kriteria penelitian saya saja,,?
    terima kasih,,,,

    1. afrian atau boil,
      kamu udah tentukan metode samplingnya??udah tentukan populasi samplingnya??nah klo udah tinggal cocokin tuh,,,misalnya populasi samplingnya adalah perusahaan A,B, dan C,,,berapa jumlah punggawa dengan level supervisor ke atas, trus kamu gunakan rumus sampling yang sumbernya bertebaran dimana-mana,,klo masalah susah,,yaaahh penelitian yang baik emang ga mudah:)

  31. assalamualaikum mas sy mau nanya,
    saya kan lg nyusun skripsi nih saya pake instrumen terjemahan
    bingung cara uji validitasnya, apakah minimal harus 30? kl saya ambil 5 org tp dr karakteristik yang berbeda2 bgmn ya? mengingat keterbatasan responden (anak kanker di RS) cm sekitar 25an
    kl bisa tlg sertakan referensi yg bisa sy baca ya mas
    terimakasih

    1. anisa,
      klo jumlah sampel kamu sedikit (katakanlah 5), kamu ga perlu lakukan uji validitas, karena studi dari 5 sampel dngan karakteristik berbeda akan lebih memberikan jawaban bervariasi. Kamu cukup bahas secara deskriptif saja hasil kuesioner kamu itu..Jika itu berkaitan dengan angka, kamu cukup membandingkan dengan uji non parametrik aja,,itupun tergantung dari tujuan penelitian kamu..:)

    1. 2-tailed terdiri dari 1 daerah penerimaan, dan 2 daerah penolakan..seperti yang mungkin sudah kamu pelajari pada dasar statistik konsep hipotesis statistik..

  32. pak mau tanya , skripsi saya membahas mengenai pembiayaan thd profit, dan data nya dari laporan keuangan saja pak. lalu bagaimana uji validitasnya pak? apakah perlu digunakan? klo iya menggunakan teknik correted item total atau Bivariate Pearson ? terimakasih pak

  33. Mas,, saya sedang mengerjakan skripsi ttg hubungan…
    1. yang saya bingung ketika uji validitas kok hasilnya beda sekali diantara mnggunakan bivariate pearson dan Corrected Item-Total Correlation. Yang memakai pearson semuanya valid, tapi yang menggunakan Corrected Item-Total Correlation tidak valid semua.

    2. Jika hasil dari bivariate pearson kutipnya ada yang 1 dan ada yang 2, apa bedanya dalam menentukan R tabelnya ?atau sama saja?apakah dpat dkatakan valid

    Mohon pencerahannya Mas terimakasih.
    Mohon bantuannya sekali:)

  34. gan mau tanya, mhon bantuannya. Sampel diambil dari semua anggota populasi yaitu 65 org, trus utk uji validitas instrumen penelitiannya apakah boleh dilakukan di responden sampel tersebut??? ato HARUS pd responden di luar smpel??? tks b 4

    1. ya dari populasi sampel itu, ga bisa dari luar gan…sebelum penelitian kan kita menentukan populasi sampel dulu, baru bisa dilakukan..

  35. sy mau tanya klo uji validitas hnya muncul sig 2tiled 0,01 gk ăϑα̲ sig 2tiled *0,05 tu gak pa2 ya??? pdhal data saya valid semua dan tiap variabel pwrtanyaannya ăϑα̲ 3.. tapi itu cm muncul d bwh tabel uji valuditasnya 0,01 gk ăϑα̲ 0,05 nya…

    bgmn ソソªªªª???

  36. Selamat siang,

    Saya sedang melakukan survey atas persepsi advantages, disadvantages, dan format penyajian atas suatu teknologi informasi. atas tiap persepsi saya menggunakan beberapa pernyataan skala likert 5 level (setuju-tdk setuju & sangat penting-tdk penting). tujuan penelitian saya deskriptif explanatory.

    Dalam kuesioner saya jg ingin mencari tahu persepsi 4 kategori user mengenai seberapa penting beberapa sumber informasi keuangan. contoh:
    1. hard copy annual report (skala likert 5: sangat tdk penting s/d sangat penting)
    2. specialist advice s(kala likert 5: sangat tdk penting s/d sangat penting)

    Dan juga ingin mencari tahu persepsi mengenai kualitas informasi. contoh
    1. dapat diandalkan (skala likert 5: tidak setuju s/d sangat setuju)
    2. relevan (skala likert 5: tidak setuju s/d sangat setuju)Dalam hal ini

    perlu tidak ya untuk melakukan uji reliabilitas dan validitas? jika perlu, uji validitas apa yg harus saya gunakan?

    Terimakasih..

    1. sebenernya tergantung kebutuhan aja ke,,outputnya mau jadi apa,,klo hanya berbentuk persepsi, testimoni, atau hanya laporan kualitatif dll sebagainya maka ga perlu dilakukan uji validitas,,kecuali untuk uji lebih lanjut, misalnya trade off judgment yang akan dibuat oleh pelanggan untuk kepentingan analisis konjoin, trus penilaian kedekatan beberapa kriteria kualitas informasi yang tentunya kriteria kita tentukan terlebih dahulu dengan output pemetaan persepsi oleh user..:) gimana..

  37. mas kalo instrument saya berupa kuisioner kelayakan media pembelajaran dengan responden sebanyak 2 orang dosen apakah bisa mencari validitas dengan rumus tsb?? apakah harus mencari realibilitasnya?? terima kasih

  38. mas saya ary mau tnya nih… untuk uji valid itu dengan skala data nominal tetep bisa menggunakan korelasi product moment ya???? ato ada yg lain???
    terima kasih….

  39. maaf mas mw nx gmana dg UV dg anlisis faktor lx sy dtxa ap it faktor dan bgaimana membktikan masing2 item it valid jika dg an faktorx udh valid? karna sy tdak menggnkan spss

  40. saya uji reliabilitas dgn skala guttman pd saat uji reliabilitas saya pilih yang guttman pada point alpha, split half…tp kok keluar warning yaw di output bag atas. tp klo tak pilih yang alpha gak ada warning. knp yaw kira2

  41. mas mau tanya kan kusoner saya cm 3 pertanyaan tapi blom baku, katanya g usah uj validitas krn cm dikit,ada yg blg tetap pake.trus bagaimana solusinya?

  42. mas saya mau nanya.. apakah ada karakteristik jawaban responden yang cenderung valid. maksud saya apa ciri-ciri dari jawaban responden yang valid

    1. jawabannya akan cenderung sama, ga ada pencilan, atau yang satu jawab ke barat, yang atu jawab ke timur:),,gampangnya klo kamu nanya kepada ibu-ibu “sampe umur berapa ibu menyusui anak ibu??” jawabannya pasti ga jauh dari 1-3 taun,,hanya jika terdapat beberapa ibu yang menjawab 5 tahun, sedangkan jumlah responden kamu sedikit,,maka pertanyaan kamu tidak relevan alias tidak valid

  43. pak arti tanda bintang 1 dan bintang dua pada hasil uji validitas itu apa ya? jika patokannya r tabel tp kenapa ada bintang 1 dan bintang 2 pada uji validitas?

  44. Selamat malam Kak, Om, Bang, Pak (bingung mau panggil apa)

    Saya sedang mengerjakan skripsi dan menggunakan skala rating, yang saya bingung dan ingin ditanyakan adalah apakah uji validitas skala rating sama kayak yang sudah dicontohkan dalam tulisan di atas?

    Sekalian kak, om, Bang, pak mau tanya kalau uji reliabilitasnya pakai alpha cronbach juga?

    Terimakasih ^^

  45. selamat sore. saya mau bertanya
    kmren saya sudah sampling pendahuluan utk uji validitas dgn jumlah responden 30 data, jumlah item yg tidak valid adalah 14 buah
    saya tambahkan 60 data lagi, jumlah item yg tdk valid adalah 10 buah
    pertanyaannya, apakah benar langkah yang sudah saya lakukan bang? yaitu dengan menambah jumlah responden menjadi 60 buah? mohon dibalas ya bang

    terimakasih. wassalam.

  46. gan, apa sich alasannya mengapa untuk jumlah populasi misalnya 20 orang dan ini dijadikan sampel semua. tetapi saat uji validitas angket hanya menggunakan misalnya 7 orang.? bagaimana tuch gan.

  47. permisi mas, saya sedang melakukan penyusunan skripsi, dengan menggunakan 2 variabel.
    variabel 1, saat saya meng-analyze data validitas berhasil,
    namun pada saat saya menginput variabel ke-2, saat saya meng-analyze,
    ada tulisan WARNING, The determinant of the covariance matrix is zero / approx. zero. Statistics based on its inverse matrix cannot be computed and they are displayed as system missing values.

    bagaimana cara mengatasi ny ?
    makasih mas

  48. halo mas ari. aku mau tanya.. untuk kuesioner yang aku buat untuk mengukur pengetahuan. dalam kuesioner tersebut ada pertanyaan dalam bentuk benar/salah dan pertanyaan terubuka tapi berkaitan tentang pengetahuan.. misalnya diminta untuk menjelaskan tentang materi tersebut.. saya pernah baca bahwa pertanyaan benar/salah tidak perlu di uji valid dan realibelnya.. begitu juga dengan pengetahuan.. apakah benar? terimakasih

    1. pertanyaan dgn jawaban benar salah cuma dibahas secara deskriptif aj,,jika menggunakan skala misalnya likert,ada datanya bru kita uji valid dn reliabelnya..kira2 begitu

  49. nama saya wahyu.. saya mau tanya mas, saya sedang melakukan penelitian dengan menggunakan kuesioner. biasanya untuk penelitian melakukan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, baru uji hipotesis. tapi oleh dosen pembimbing saya hanya disuruh uji validitas dan reliabilitas saja langsung uji hipotesis. kata dosen saya untuk asumsi klasik tidak perlu karena uji itu untuk data tertentu. yang mau saya tanyakan apakah benar jika kita memakai data kuesioner hanya butuh uji validitas dan reliabilitas saja?. kalau ada referensinya darimana ya mas.
    trus data yang seperti apa yang harus uji asumsi klasik?
    terimakasih.

  50. Permisi saya mau tanya..

    Saya membuat kuesioner baru yang sebelumnya belum pernah d validasi, dan masing-masing variabel terdapat 4 pertanyaan. Sebaiknya saya menggunakan validasi dengan menggunakan corellated item-total atau validasi bivariate (pearson)?

    Kalau menggunakan validasi bivariate pearson, mengapa nilai total yang digunakan untuk mengambil keputusan valid atau tidak? KAlau korelasi tiap itemnya tidak signifikan tetapi korelasi dengan total skor nya signifikan apakah masih bisa dibilang valid??
    Thx

    1. nilai total yang diambil karena korelasi bukan antar item satu dengan yang lain, tetapi skor variabel jawaban responden (antar item) dengan total skor masing-masing variabel,dan itu sudah dirangkum dalam nilai total korelasi pearson.:)

  51. Thx ya buat jawabannya mas..

    Kalau item pertanyaan saya untuk tiap variabel hanya sedikit, lebih baik menggunakan validasi bivariate atau correlated item ya? Terkait dengan sporous effect nya bagaimana? Thx a lot..

    1. sama-sama riana,,tetep aja nilai total korelasi pearson akan menunjukkan hubungan antar instrumen kuesioner, karena isunya validitas antara item kuesioner, bukan untuk melihat hubungan antar 1 item dengan item lain.
      Dalam penelitian sosial yang menggunakan skala rasio memang terkadang kita dapati hubungan semu antar variabel yang notabene tidak saling relevan, but its ok aja,namanya juga rasio, kategorik, dll,jadi efek spurious correlation adalah hal yang lazim aja dalam penelitian menggunakan kuesioner. Katakanlah misalnya kenaikan suku bunga berkorelasi dengan angka kelahiran, padahal tidak relevan dong, tapi toh datanya menyebar normal, dan hubungan korelasinya positif, so itu bisa aja terjadi dalam penelitian sosial,ga masalah koq:)

  52. slmt pg, perkenalkan nama saya deden. saya mau tanya, apakah semua kuesioner yg akan dianalisis dg spss/statistik harus melakukan uji validitas dan reliabilitas?. penelitian sy untuk mengetahui hubungan antar 2 variabel, menggunakan crosstab, apakah harus uji validitas dan reliabilitas?karna kuesioner sy bukan hasil angket kepuasan (tdk berbentuk skala likert). terimakasih.

    1. Halo Alif,
      jumlah sampel yang semakin besar akan meningkatkan power analisis kita, dengan demikian akan menambah selang kepercayaan kita, dengan kata lain kita akan semakin PD dengan keakuratan hasilnya, tetapi jika item yang terlalu besar bahkan software SPSS pun tidak bisa menampung, yang bisa kamu lakukan antara lain:
      1. kamu bisa tinjau kembali struktur item yang digunakan,
      2. untuk pemilihan item yang spesifik coba lakukan uji reliabilitas data (lihat disini >>>), apakah data kamu emang semuanya dapat diandalkan, kamu bisa bagi tahap pengujian menjadi 4 bahkan 6 dengan pilihan masing-masing itemnya, jika ternyata setelah kamu bagi nilai reliabilitasnya hanya 1 bagian yang signifikan, berarti ada masalah dengan variabel-variabel yang kamu gunakan, artinya uji validitas ga bisa dilanjutkan sebelum kamu drop variabel yang ga relevan.
      3. apakah kamu sudah yakin memasukkan item prediksi yang berlandaskan teori? atau asal masuk aja, coba pilah kembali,
      4. Apakah kamu sudah cek korelasi antar item yang digunakan melalui metode lain, misalnya karakteristik item, laporan-laporan terkait, dan lain-lain,
      5. tanya ahlinya, misalnya dosen kamu, kakak kelas atau lain-lain, apakah setiap item yang kamu gunakan benar-benar mencerminkan bidang analisis yang akan dilakukan, atau ada item-item yang sama sekali tidak signifikan terhadap analisis kamu,
      6. terakhir kamu lihat dengan grafik (bisa di excel), apakah pola masing-masing item dalam grafik yang kamu gunakan sama,

  53. Maaf saya mau bertanya, penelitian saya menggunakan kuesioner dengan skala guttman (ya atau tidak) dengan butir pertanyaan lebih dari 20 dan variabel yang digunakan ada 5, satu variabel kuantitatif dan 4 kualitatif, disarankan oleh dosen untuk diuji menggunakan dummy, apakah perlu uji validitas dan realibilitas ? Dan perlukan uji asumsi klasik ? Apakah sudah benar melakukan pengujian dengan regresi variabel dummy ? Berapakah dummy nya ? Mohon dijawab, terimakasih sebelumnya..

    1. Dimaafkan Alisa,,jawabannya ya, perlu uji validitas,
      Untuk melihat validitas dalam kuesioner yang menggunakan skala Guttman dapat kamu lihat di bahasan ini>>>
      Untuk uji asumsi klasik tidak diperlukan,
      Jika menggunaan variabel dummy, apa dulu kategorinya, dummy dapat disusun dengan koding, misalnya katakanlah 3 kategori yaitu single, maried, dan divorce, maka kita bisa tambahkan variabel dalam persamaan yaitu d1 (dummy) dan d2 (dummy 2). Jika yang menjadi kategori dasar dummy kita adalah single, maka single dinyatakan dengan d1,d2=0,0; d1,d2=0,1; d1,d2=1,0, nah begitu kira2 koding dummy, kamu bisa cari kembali sumber yang relevan.

  54. assalamualaikum mas, saya mau tanya, disini saya masih bingung sekali perbedaan dengan perbedaan uji validitas correlated item-total correlation sama validitas pearson itu apa ya ?
    Penelitian saya tujuannya untuk melihat hubungan belajar mandiri dengan IPK mahasiswa, sehingga disini saya hanya menggunakan 1 skala berjumlah 60 item (berupa likert). Jika seperti itu lebih baik menggunakan uji validitas yang mana ya mas? Terimakasih sebelumnya.

    1. waalaikum salam,
      oya nisa, metode corrected item bertujuan mengukur konsistensi internal item kita, ia dinyatakan dengan nilai alpha, dgn kata lain mengukur item mana yang handal dalam kuesioner dan mana yang tidak. Nilainya akan mencerminkan tindakan kita apakah kita akan melakukan revisi atau bahkan mengganti beberapa indikator pengukuran yang tidak relevan atau kurang mencerminkan informasi yang ingin kita dapat dari responden. Nah ini namanya kita mengukur reliabilitas kuesioner, artinya jika kamu tanyakan A responden akan menjawab B, maka di lain waktu dengan pertanyaan A yang sama maka responden juga akan menjawab B. Dengan demikian item yang kita gunakan itu konsisten.
      Beda lagi dengan korelasi Pearson yang mengukur keterkaitan antar jawaban responden. Jika jawaban responden ngawur, atau perbedaannya cukup signifikan maka nilai korelasinya kecil, dengan demikian item kita kurang valid. Kurang valid atau tidak valid disini maksudnya jika jawaban dari responden sangat beragam, rata-rata harusnya mengisi 1 dan 2, nah pada kondisi ini yang mengisi 3, 4 dan 5 juga banyak. Ini namanya mengukur validitas item, so, kedua-duanya perlu diukur baik validitas maupun reliabilitasnya.

  55. mas mau tanya.sy lg ngerjakan skripsi, dg populasi 648, e sy pake 0,1 dg pertimbangan agar sampelnya tdk terlalu banyak. akhirnya ktmu sampel 87. tp knp sy disuruh untuk uji validitasnya cm 20 orang aja. memang bs sprti itu ya mas? kl boleh tau alasannya apa ya?. dan untuk penyebaran quesionernya, apa cm 20 td, atau sebanyak sampel yaitu 87 resp? trmksh sblmnya:)

    1. Iya bisa, alasannya biasa dalam 1 populasi yang seragam (misalnya populasi pemilih di suatu daerah) karakteristik jawaban memiliki tingkat keragaman yg rendah, apalagi dgn selective random sampling yg kamu lakukan sampai kpd jumlah sampel yg kecil 87, artinya pilihan kamu cukup strict. krn itu bisa diasumsikan jumlah 20 itu mewakili yg 87. kuesioner yg disebar ya tetep 87:)

  56. tmksh banyak atas penjelasannya mas:)
    oiya mas, kl boleh tau, itu ada aturannya ndak mas, untuk menentukan jumlah kuesioner yg diuji validitasnya. misalnya brp persen dr sampelnya gitu. atau dikira2 aja? :d

    1. sama2…ada dong aturannya, penentuan minimal jumlah 20 responden yang diukur merupakan teknik generalisasi sampel. setelah menentukan populasi, kita memilih jumlah sampel secara acak, kemudian dari jumlah sampel yang mewakili tadi, kita dapat mengambil minimal 20 sampel untuk generalisasi terhadap jumlah sampel kita tadi. Ini masuk dalam ranah validitas eksternal, coba kamu baca literatur tentang validitas internal dan validitas eksternal:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s