Metode IPA


Metode Importance Performance Analysis (IPA) pertama kali diperkenalkan oleh Martilla dan James (1977) dengan tujuan untuk mengukur hubungan antara persepsi konsumen dan prioritas peningkatan kualitas produk/jasa yang dikenal pula sebagai quadrant analysis (Brandt, 2000 dan Latu & Everett, 2000). IPA telah diterima secara umum dan dipergunakan pada berbagai bidang kajian karena kemudahan untuk diterapkan dan tampilan hasil analisa yang memudahkan usulan perbaikan kinerja (Martinez, 2003). IPA mempunyai fungsi utama untuk menampilkan informasi berkaitan dengan faktor-faktor pelayanan yang menurut konsumen sangat mempengaruhi kepuasan dan loyalitas mereka, dan faktor-faktor pelayanan yang menurut konsumen perlu ditingkatkan karena kondisi saat ini belum memuaskan.

Importance Performance Analysis (IPA) secara konsep merupakan suatu model multi-atribut. Tehnik ini mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan penawaran pasar dengan menggunakan dua kriteria yaitu kepentingan relatif atribut dan kepuasan konsumen. Penerapan teknik IPA dimulai dengan identifikasi atribut-atribut yang relevan terhadap situasi pilihan yang diamati. Daftar atribut-atribut dapat dikembangkan dengan mengacu kepada literatur-literatur, melakukan interview, dan menggunakan penilaian manajerial. Di lain pihak, sekumpulan atribut yang melekat kepada barang atau jasa dievaluasi berdasarkan seberapa penting masing-masing produk tersebut bagi konsumen dan bagaimana jasa atau barang tersebut dipersepsikan oleh konsumen. Evaluasi ini biasanya dipenuhi dengan melakukan survey terhadap sampel yang terdiri atas konsumen. Setelah menentukan atribut-atribut yang layak, konsumen ditanya dengan dua pertanyaan. Satu adalah atribut yang menonjol dan yang kedua adalah kinerja perusahaan yang menggunakan atribut tersebut. Dengan menggunakan mean, median atau pengukuran ranking, skor kepentingan dan kinerja atribut dikumpulkan dan diklasifikasikan ke dalam kategori tinggi atau rendah; kemudian dengan memasangkan kedua set rangking tersebut, masing-masing atribut ditempatkan ke dalam salah satu dari empat kuadran kepentingan kinerja (Crompton dan Duray, 1985). Skor mean kinerja dan kepentingan digunakan sebagai koordinat untuk memplotkan atribut-atribut individu pada matriks dua dimensi yang ditunjukkan pada gambar berikut:

Kuadran A

Prioritas Utama

Kuadran B

Pertahankan Prestasi

Kuadran C

Prioritas Rendah

Kuadran D

Berlebihan

Keterangan :

Menunjukkan faktor atau atribut yang dianggap mempengaruhi pelanggan, termasuk unsur–unsur jasa yang dianggap sangat penting, namun produk tidak sesuai keinginan pelanggan sehingga tidak puas.

Menunjukkan unsur pokok yang sudah ada pada produk sehingga wajib dipertahankan serta dianggap sangat penting dan memuaskan.

Menunjukkan faktor yang kurang penting pengaruhnya bagi pelanggan, keberadaannya biasa–biasa saja dan dianggap kurang penting serta kurang memuaskan.

Menunjukkan faktor yang mempengaruhi pelanggan kurang penting namun pelaksanaannya berlebihan, dianggap kurang penting tetapi sangat memuaskan.

Matriks di atas digunakan untuk menggambarkan prioritas atribut-atribut guna perbaikan ke depan (Slack, 1991) dan dapat memberikan panduan untuk formulasi strategi (Burns, 1986).

Contoh Skor Nilai Kepentingan dan Kepuasan yang digunakan adalah sebagai berikut:

Rumus yang digunakan dalam IPA adalah sebagai berikut :

Keterangan :

TKi = Tingkat kesesuaian responden

Xi = Skor penilaian tingkat kinerja/kepuasan

Yi = Skor penilaian kepentingan

Beli Buku Referensi Lengkap :

30 thoughts on “Metode IPA

  1. wah..baru ketemu sy ma metode IPA.. makasih ya..mhn petunjuk kr sy mau nyusun makalah pengukuran mutu menggunakan 14 dimensi dan alat analisis yang cocok IPA atau QFD..makasih sebelumnya….

    1. gimana ya…justru atribut2 yang kita plotkan ke dalam matriks tersebut harus berhubungan, pada akhirnya kita akan mengetahui posisi antar atribut akan termasuk ke dalam kuadran mana🙂 langkahnya cukup dengan merata2-kan skor tingkat kepentingan dan kinerja masing2 responden terhadap total skor kepentingan dan kinerja setiap responden,,titik temunya sendiri adalah rataan tingkat kepentingan dan kinerja,,kira2 begitu, lebih jelasnya lagi debbie bisa baca2 analisis multivariat pemasaran..

  2. saya mau mngukur kesenjangan (gap) kualitas layanan terhadap kepuasan pasien..saya bingung rumus apa yang harus saya gunakan???

    ada yang bilang saya harus memakai rumus IPA, dan yang lain bilang harus menggunakan Chi-Square??
    mohon bantuannya^^

    1. simpel,,itu tergantung tujuan penelitian anda..jika anda menggunakan beberapa atribut kualitas pelayanan dan ingin menentukan atribut apa saja yang penting secara kualitatif, anda bs menggunakan metode IPA..jadi anda akan mendapatkan apa saja prioritas utama pelayanan yang harus diberikan berdasarkan persepsi pasien, jadi sekali lagi metode IPA bersifat kualitatif.
      Tapi jika tujuan penelitian anda adalah untuk ketergantungan atau keterkaitan antara dua variabel saja, yakni kemungkinan pasien puas/tidak terhadap kualitas layanan,,maka anda harus menggunakan uji kuantitatif, dalam hal ini bisa dengan uji chi square.

  3. apakah ipa dapat digunakan untuk membandingkan beberapa merek atau objek. misalnya atribut pada 7 bintang iklan? dan apakah dapat dikelompokkan menurut masing-masing atribut agar dapat lebih jelas membandingkan.? misalnya 1 diagram untuk atribut trustworthiness selebriti? trims.

  4. apa kelebihan metode ipa dibandingkan metode yang lainnya?
    apa ada metode lain untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan?
    terima kasih

    1. metode IPA sebenarnya lebih kualitatif aja,,klo utk kepuasan pelanggan nurul juga bisa sinergikan metode IPA dengan CSI (customer satisfaction index),

    1. yaa, dia cuma bersifat kualitatif aja,,misalnya cuma mengukur persepsi, sejauh apa dan bagaimana persepsi itu sendiri ga akan bisa dinilai,,
      kira2 begitu

  5. hayyy , aku mao tanya … aku lg skripsian nie , tentang pelayanan jalan tol … aku bingung ma metode IPA , apa ngitung.a itu harus pake SPSS juga yah ??? q ga ngerti ma SPSS

    1. service quality menilai GAP/selisih/perbedaan persepsi manajemen dalam memberikan pelayanan terhadap harapan konsumen, jika harapan konsumen lebih besar daripada kinerja manajemen maka service quality yang diharapkan kurang dari memuaskan sehingga terjadi ketidak-puasan konsumen..
      Sedangkan IPA mengukur atribut-atribut yang dapat mendukung kepuasan konsumen sehingga didapatkan output atribut-atribut prioritas yang dirasakan sangat penting bagi konsumen, dimana atribut tersebut berdasarkan persepsi manajemen sendiri..nah jelaskan bedanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s